Membuat Grid Peta - Mapinfo Professional Tutorial
Membuat Grid Peta

Sebuah peta yang standar biasanya selalu dilengkapi dengan Grid, yaitu garis sejajar lintang dan bujur (pada sistem koordinat latitude/longitude). Untuk membuat Grid, terlebih dahulu anda harus mengaktifkan modul Grid Maker melalui menu Toos - Tool Manager sama seperti pengaktifan modul MI Pro sebelumnya. Setelah modul tersebut aktif, jalankan dengan menu Tools - Grid Maker - Make Grid. Kotak dialog berikut akan muncul.

Gambar 15.21. Kotak dialog pembuat grid.

Bebrapa hal yang perlu anda lengkapi adalah :

-         Object types menyatakan bentuk grid yang akan dibuat, apakah dibentuk dari segi empat (close regions) agau garis lurus (straight polyline). Gunakan closed regions untuk memudahkan editing.

-         Extents menunjukkan dari koordinat berapa sampai berapa Grid akan dibuat. Isikan nilai utara, selatan, timur dan barat dalam serajat. Untuk keperluan ini aktifkan window peta yang akan dibuatkan layout, kemudian aktifkan Cursor location pada bagian kiri baris status seperti gambar berikut.

Gambar 15.22. Mengaktifkan lokasi kursor.

Perkirakan lokasi mulai dari dan sampai dimana grid akan dibuat. Jangan khawatir karena setelah selesai, kita masih dapat melakukan modifikasi dengan leluasa.

-         Spacing between line merupakan jarak antar garis dengan satuan derajat.

-         Perlu di catat bahwa grid yang akan terbentuk adalah sebuah tabel MI Pro. Tabel grid tersebut kemudian digabungkan dalam satu window peta dengan peta yang akan dibuatkan layoutnya melalui layer control seperti gambar berikut.

Gambar 15.23. Penggabungan tabel grid dalam layer kontrol.

Secara automatis grid akan ditambahkan ke window layout. Untuk itu pada kotak New Table anda diminta untuk memberi nama dan path tabel yang akan dibuat. Defaultnya disimpan di template window dengan nama Grid. Bila tabel grid tersebut akan digunakan sebaiknya disimpan pada folder Table dengan nama tertentu.

-         Pillihan yang lain gunakan nilai default, klik OK. Tampilan grid pada window layout adalah sebagai berikut.

Gambar 15.24. Tampilan Grid pada window layout.

Apabila tampilan grid kurang simetris dengan petanya, anda dapat melakukan editing terhadap grid yang telah dibuat pada window peta dengan syarat properti layer grid harus diubah pada layer control menjadi Editable. Dalam kondisi layer grid editable klik dua kali pada pada potongan grid yang akan diperbaiki, kotak dialog editing objek akan muncul sebagai berikut.

Gambar 15.25. Kotak dialog editing grid.

Ubah panjang grid horisontal dengan memodifikasi nilai Bound X1 dan X2, dan panjang grid vertikal dengan mengubah nilai Bound Y1 dan Y2.

Grid di atas dibuat tanpa nilai koordinat. Anda dapat menggunakan fasilitas tool teks. Untuk menambahkan label nilai koordinat, klik tool teks () kemudian klik pada posisi yang akan diisi label nilai koordinat lalu ketik nilai koordinatnya. Bila teks sudah diketik dan ingin dimodifikasi misalnya ukuran huruf atau orientasinya maka anda dapat meng-editnya dengan meng-kilik 2 kali. Kotak dialog editing teks objek akan muncul sebagai berikut.

Gambar 15.26. Kotak dialog editing teks objek.

-        Ubah isi teks pada kotak Text.

-        Atur format font (macam, ukuran, dan asesoris font yang lain) pada Style Aa.

-        Start X dan Y adalah posisi koordinat teks. Untuk memindahkan teks, anda dapat mengubah nilai ini atau men-drag teks ke posisi yang diinginkan.

-        Bila teks lebih dari 2 baris, anda dapat mengatur jarak antar baris dengan memilih line spacing (spasi), dan perataan teks pada Justification (rata kiri, tengah, dan kanan).

-        Untuk membuat garis penunjuk teks (seperti callout), anda dapat mengisi Label line. Garis akan muncul bila teks dipindahkan ke tempat yang lain. (Untuk membuat label nilai koordinat, fasilitas label line tidak perlu digunakan).

-        Rotation Angle digunakan untuk mengubah orientasi teks, misalnya dari orientasi datar untuk menjadi tegak digunakan sudut 90 atau 270 derajat.

Tampilan layout peta setelah diisi dengan label nilai koordinat adalah sebagai berikut.

Gambar 15.27. Tampilan Layout setelah dilengkapi dengan label nilai koordinat.

Mau Berkomentar?

Nama :

Alamat :
Komentar :
Ada 29 komentar telah masuk 1/6
Epriana. Lampung. pak kok align tool nya gk aktif ya ? apa kira2 masalah di arcviewnya ?
Rifky. Semarang. bapak kenapa kok kalo kita mengatur skala selalu berubah ubah ya/misal kita masukan skala petama hasilnya 1:30.000 terus saya hapus dan saya masukan lagi kok malah berubah lagi menjadi 1:40.000 itu gimana pak?tolong pak dibantu di balas lewat fb saya pak (rifky woedel zamroh)makasih
Nara. Nara_rp2@yahoo.com. bapak saya kesulitan membuat callout ballon baner di labelling,.. bisa mnta tutorialnya lagi karena saya gag nemu theme properties dimana? Terima kasih
April Mt. April.tampubolon@yahoo.com. dua poligon setelah di union hasil poligon nya hilang, itu kenapa yaTerimakasih
April Mt. Kalimantan. dua poligon setelah di union hasil poligon nya hilang, itu kenapa yaTerimakasih